Ketua Umum PP HMB menjadi salah satu narasumber Diskusi Publik di acara milad HMI yang ke-78 Tahun yang dilaksanakan di auditorium 3 dimensi dengan mengambil tema “Rekonfigurasi peran pemuda Bontang untuk kedaulatan Bangsa”. Senin (17/02/2025) lalu.
Supiansyah dalam diskusi publik menyampaikan tentunya peran pemuda sangat strategis dalam pembangunan daerah atau nasional, maka seharusnya pemuda hari ini bisa menjadi mitra kritis dan strategis pemerintah untuk mensukseskan program-program pemerintah kedepannya.
Dalam konteks pemuda Kota Bontang, Seperti yang di ketahui Indeks pembangunan pemuda (IPP) kota bontang mengalami peningkatan di november 2024 dengan rincian domain pendidikan sebesar 70 persen, kesehatan dan kesejahteraan 65 persen, gender dan diskriminasi 53,33 persen. Sementara itu domain kesempatan lapangan pekerjaan 45 persen serta domain partisipasi dan kepemimpinan sebesar 43,33 persen.
Tentunya dengan data tersebut diatas berbanding lurus dengan peningkatan pembangunan Kota Bontang walaupun memang belum maksimal.
Supiansyah yang kerap disapa Anca juga memaparkan untuk memaksimalkan Pembangunan pemuda dan pembangunan Kota Bontang umumnya, kedepannya harus ada kampus negeri atau universitas negeri berada di Kota Bontang.
“Saya berharap pemuda dan pemerintah Kota Bontang bisa bersama-sama menginisiasi adanya kerjasama dengan pihak Kampus Universitas Mulawarman untuk bisa membawa salah satu fakultas yang ada di Universitas Mulawarman di Kota Bontang,” ujar Anca.
karena menurutnya hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa di dalam Kota atau daerah Indonesia untuk bisa berkuliah di Bontang.
“jika dibayangkan dalam setahun ada 200 orang mahasiswa yang mendaftar artinya 200 orang itu akan membutuhkan kos-kosan/kontrakan, dan biaya hidup yang lain, implikasinya aktivitas ekonomi yang meningkat sehingga akan menunjang pendapatan Daerah yang meningkat juga,” terangnyam
Diakhir dia memberi contoh teman-teman HMB sempat berdiskusi dengan mantan Rektor Universitas Mulawarman Prof. Masjaya mengatakan sangat bisa salah satu fakultas Universitas mulawarman diadakan di Kota Bontang,
“sebagai langkah awal memang perlu pemerintah dan pihak Unmul melakukan pembahasan yang intens untuk membahas hal tersebut, ucap Prof. Majaya” tutup anca.