BontangPemerintahanUtama

Reses Ketua Komisi A DPRD Bontang, Mahasiswa Sebut Seleksi Pelatihan dan Workshop Disnaker Tidak Transparan

376
×

Reses Ketua Komisi A DPRD Bontang, Mahasiswa Sebut Seleksi Pelatihan dan Workshop Disnaker Tidak Transparan

Sebarkan artikel ini
Reses Heri Keswanto, Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang Bersama Mahasiswa.

Bontang – Kegiatan reses Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, yang digelar di Cafe Keluar Main, Rabu (23/4/2025) malam. Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan beragam aspirasi mulai dari pelatihan, workshop, hingga permohonan pendidikan gratis.

Hermansyah, Salah satu Mahasiswa dari Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB). Ia mengatakan keluhannya terhadap transparansi prosedur tahapan seleksi tertulis pada kegiatan pelatihan dan workshop yang sering digelar oleh Disnaker Kota Bontang.

“Salah satu contoh kasus seleksi pelatihan operator K3 yang diselenggarakan Disnaker, dengan kuota diterima 25 orang dari kegiatan ini, dengan jumlah peserta yang mengikuti proses seleksi ada sekitar 230 orang. Nah pada saat pengumuman lulus, hanya ada nama yang ditampilkan dan keterangan lolos di papan pengumuman, hal ini kami rasa tidak adanya transparansi dalam penilaian tes tertulis,”katanya.

Kemudian ia menyebutkan metode tes tertulis yang dilakukan saat ini tidak relevan. Menurutnya, metode tes tertulis yaitu pengisian lembar kertas jawaban pilihan ganda yang dipakai Disnaker Kota Bontang.

“Nah, metode ini yang jadi pertanyaan kami. Karna ujian tertulis dilaksanakan dengan metode pengisian soal lembar jawaban menggunakan kertas sudah kuno, sedangkan saat ini metode tes tertulis hampir rata-rata menggunakan metode CAT (Computer Assisted Test). Kalau tes CAT kan, nilai peserta langsung ditampilkan. Sedangkan sebaliknya, tes dengan pengisian lembar jawaban kertas itu penilaian tidak langsung dan perlu waktu dalam penilaian,”tuturnya.

Lebih lanjut Herman katakan, ia meminta agar pelaksanaan tes tertulis setiap pelatihan atau workshop, dilaksanakan dengan metode tes CAT. Hal ini agar meminimalisir kecurangan atau permainan nilai didalamnya.

“Apalagi kegiatan pelatihan dan workshop ini, merupakan program yang bersumber dari APBD Pemkot Bontang. Kita minta transparansinya, jangan sampai ada peluang permainan nilai pada tahapan seleksi tertulis,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Pujiono Sekretaris Disnaker Kota Bontang mengatakan bahwa pihaknya masih minim pada sarana dan prasarana komputer dalam tahapan pelaksanaan tes tertulis pada kegiatan tersebut. Akan tetapi pihaknya akan mencoba untuk melakukan perbaikan.

“Kami sendiri masih terkendala pada sarana dan prasarana seperti perangkat komputer dalam pelaksanaan tes tertulis. Akan tetapi kami tampung saran dari adik-adik Mahasiswa. Kami akan usahakan selalu melakukan perbaikan untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk semua masyarakat kota Bontang,”tutupnya.

Diketahui Kegiatan reses tersebut dihadiri sekitar 100 Mahasiswa dari perwakilan Organisasi Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) dan Pemuda Kota Bontang. Turut hadir Jayadi Pulung (Kabag Kesra) sebagai narasumber lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *