Utama

Kasus Pelecehan dan Kekerasan Anak Merebak di Bontang, Ketua Komisi A DPRD Bontang: Usulkan Pentingnya Edukasi Seksualitas Terhadap Orangtua dan Anak.

152
×

Kasus Pelecehan dan Kekerasan Anak Merebak di Bontang, Ketua Komisi A DPRD Bontang: Usulkan Pentingnya Edukasi Seksualitas Terhadap Orangtua dan Anak.

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi A DRPD Kota Bontang, Heri Keswanto.

Berdasarkan data dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Bontang, tercatat sebanyak 30 laporan tentang kasus pelecehan dan kekerasan seksual kepada anak di Kota Bontang.

 

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Bontang, Sukmawati menyampaikan bahwa setiap tahunnya, semakin banyak kasus yang melibatkan anak dibawah umur, dari korban hingga pelaku.

 

“Sejak Januari hingga April kemarin, kami menerima sekitar 30 laporan. Ada yang diteruskan ke pihak berwajib dan beberapa kami lakukan konsultasi,” ujarnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto mengatakan pentingnya sosialisasi yang harus diberikan kepada orang tua.

 

“Sebelum diberikan edukasi ke anak mengenai ranah privasi tubuh atau edukasi seksual, orang tua yang pertama harus tau tentang ini,” ujarnya, Selasa (10/6/2025).

 

Menurutnya, edukasi mengenai seksualitas perlu diajarkan, dengan cara dan tata bahasa yang ramah anak. Hal ini bertujuan agar anak mengetahui batas-batas aman dalam interaksi sosial, serta memperkenalkan konsep dasar tentang seksualitas sejak dini.

 

“Jika orang tua tidak memiliki ilmu mengenai hal tersebut, maka mereka tidak bisa memberikan edukasi kepada anaknya. Mengenai teknis pelaksanaannya, kami menyerahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, misal melalui puskesmas,” terangnya.

 

Lebih lanjut Ia mengimbau kepada orang tua agar tidak membebaskan anak dalam berinteraksi sosial, terutama dengan lawan jenisnya. Hal ini perlu dijaga, untuk menghindari munculnya potensi menjadi pelaku atau korban dalam pelecehan seksual, pada anak dibawah umur

 

“Orang tua atau keluarga sebisa mungkin mengawasi tontonan anak-anak. Tak bisa dipungkiri, saat ini era digitalisasi merambah ke semua kalangan. Namun, sebagai orang tua yang menjadi penegak aturan di rumah,”harapnya.

 

“Lalu, semua pihak juga harus terlibat, seperti pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, toko agama, dan toko adat. Ia menilai, ini semua demi generasi masa depan, maka perlu bantuan dari semua kalangan,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *