Tamankata.id – Walikota Bontang Neni Moerniaeni, geram saat rapat paripurna ke-9 Masa sidang III bersama DPRD Bontang. Sasarannya ialah Lurah dan camat. Pasalnya, beberapa lurah dan camat tidak hadir dalam paripurna tersebut. Rapat itu digelar Senin, 23 Juni 2025, di Rujab Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long.
Neni menyebut, ketidakhadiran mereka sudah jadi kebiasaan buruk.
“Setiap paripurna, selalu ada yang tidak hadir,” katanya.
Ia mengaku kecewa atas sikap aparatur yang selalu tidak hadir dalam kegiatan penting.
Menurutnya, pejabat harus hadir untuk memahami arah kebijakan daerah.
“Sidang ini penting. Mereka harus tahu arah program,” tegasnya.
Ia menilai ketidakhadiran bisa timbulkan miskomunikasi di lapangan. Lalu ia meminta evaluasi bagi yang kerap tidak hadir.
“Kalau tidak hadir, nanti tidak tahu isi APBD,” katanya.
Wali kota juga menyinggung soal tanggung jawab terhadap masyarakat.
“Jabatan itu amanah. Harus dijalankan dengan serius,” lanjutnya.
Iapun mengingatkan, absennya lurah dan camat bisa ganggu koordinasi secara struktural. Dirinya ingin budaya kerja birokrasi berubah lebih disiplin dan aktif.