BeritaBontangPendidikan & SejarahPeristiwa

Belum Ada Kejelasan Nasib Mahasiswa Trunajaya, Begini Kesimpulan RDP bersama DPRD Bontang.

215
×

Belum Ada Kejelasan Nasib Mahasiswa Trunajaya, Begini Kesimpulan RDP bersama DPRD Bontang.

Sebarkan artikel ini

Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai kejelasan status mahasiswa Trunajaya Bontang yang digelar oleh gabungan Komisi A dan C DPRD Kota Bontang. Rapat ini dihadiri oleh Asisten I, Inspektorat dan Bagian Hukum Pemkot Bontang serta Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Bontang (PPHMB) yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Sekretariat DPRD Kota Bontang pada Senin 16 Juni 2025.

 

Sebelumnya Sengkarut Universitas Trunajaya Bontang 

Sengkarut di Universitas Trunajaya (Unijaya) Bontang hingga kini belum beres. Tak hanya dilarang menerima mahasiswa baru, Unijaya juga tak boleh melaksanakan yudisium serta wisuda.

Rektor Universitas Trunajaya Antoni Lamini menerangkan, larangan itu telah diterbitkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sejak 2024 lalu.

Pihak kementerian meminta internal yayasan Trunajaya untuk menyelesaikan proses masalah administrasi. Sayangnya, Dia enggan menjabarkan persoalan pokok apa yang melatarbelakangi terbitnya surat pembinaan dari Kemenristekdikti.

“Ada 3 poin yang paling berat, kami tidak diperkenankan menerima Mahasiswa dan mewisuda serta Yudisium. Sekarang kami tengah perbaiki administrasinya,” ucap Antoni Lamini.

Lebih lanjut, total ada ratusan mahasiswa yang akan bernasib tidak bisa di yudisium dan di wisuda.

Meski Antoni belum bisa menjabarkan rinci berapa total mahasiswa terdampak. Hingga saat ini Universitas Trunajaya masih berjalan seperti biasa. Di sana terdapat 3 fakultas. Di antaranya Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan fakultas Teknik. Kamis (1/5/25) lalu.

 

HMB Merespon Keluhan Mahasiswa Trunajaya Bontang

 

Mendengarkan keluhan mahasiswa Trunajaya, HMB respon cepat dengan melayangkan surat permohonan kepada DPRD Kota Bontang untuk meminta kejelasan nasib mereka (mahasiswa Trunajaya).

Ketua PPHMB, Supiansayah mengatakan fungsi HMB sebagai fasilitator mahasiswa Bontang, merupakan tanggung jawab moral bagi HMB terhadap masalah yang tengah dihadapi mahasiswa Trunajaya.

“HMB sendiri telah mendengar keluh kesah yang poinnya tidak ada kejelasan terkait nasib dari Mahasiswa Trunajaya Bontang Ini. Ini juga menjadi tanggung jawab moral bagi kami, jadi kami minta kejelasan di forum ini seperti apa perkembangan isu sengkarutnya kampus dan nasib mahasiswa Trunajaya,”kata Supiansayah.

 

Pemkot Bontang Berupaya Mencarikan solusi

 

Mewakili Pemkot, Asisten I, Dasuki, mengatakan pemerintah sudah penuh perhatian terhadap masalah ini.

“Bu Wali memerintahkan kita untuk koordinasi ke lembaga layanan pendidikan tinggi atau LLDikti,”ucapnya.

Dasuki pun menyebut, LLDikti mengaku kaget. Alasannya, pemerintah daerah ikut campur dengan urusan kampus tersebut.

“Nah saya sampaikan, ini bukan mencampuri urusan manajemen perguruan tinggi, tapi melihat dampak sosialnya,”jelasnya.

Selain itu, pihaknya setelah berkomunikasi dengan Kementerian, mereka akan menurunkan tim valuasi kinerja perguruan tinggi atau EKPP dalam waktu dekat.

“Tapi, kapan tim evaluasi dari pihak Kementerian itu datang, mereka juga belum mengetahui,”tutur Dasuki.

 

Keterbatasan Birokrasi

 

Dasuki mengaku ada keterbatasan kewenangan. Sebab itu mereka agak bingung mengambil langkah apa yang harus ditempuh.

“Tapi, dengan tidak punya kewenangan, maka ada keterbatasan birokrasi, itu yang membuat kami agak bingung untuk melangkah,”tandasnya.

Pun demikian, Dasuki mengaku pihak kementerian akan menurunkan tim. Namanya Tim Evaluasi Kinerja Perguruan Tinggi atau EKPT.

“Nanti hasilnya seperti apa, Menteri akan memberikan keputusan terhadap kelangsungannya,” jelas dia.

Kalau memang closing (tutup), kata Dasuki, maka pemerintah harus segera mencari pilihan atau alternatif.

“Kalau tutup, kita harus cari alternatif,” singkatnya.

DPRD Kota Bontang Arahkan HMB Kawal Nasib Mahasiswa Unijaya.

 

Dari hasil kesimpulan RDP oleh DPRD Kota Bontang, disampaikan oleh pimpinan rapat, Heri Keswanto mengatakan HMB nantinya bisa tindak lanjut untuk membantu upaya Pemkot Bontang dalam mencari informasi maupun data mengenai persoalan nasib Mahasiswa Trunajaya Bontang.

“Adik-adik HMB sebagai bagian dari fasilitator mahasiswa yang ada di Bontang, sekiranya membantu untuk fasilitasi mahasiswa dengan pihak kampus sejauh mana perkembangan masalah yang dihadapi oleh kampus Trunajaya yang diperkuat oleh hasil RDP hari ini, dan diperkuat dengan berupa Berita acara dari pak Asisten. Karna pada dasarnya Pemkot Bontang sudah sangat bersedia untuk mencarikan solusi terhadap Persoalan ini,”ujar Herkes sapaan akrabnya.

Selain itu, Herkes juga menyebutkan, HMB segera mencari informasi berupa data untuk membantu kerja-kerja Pemkot Bontang mengenai sejauh apa progres dari pihak kampus yang masih tahap pembinaan oleh Kemenristekdikti.

“Jadi HMB Harus gerak cepat dalam mengawal hal ini, selanjutnya Asisten bisa memfasilitasi langkah konkrit apa yang diambil terkait nasib Mahasiswa bersama Pihak Kampus Trunajaya.”tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *